Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba dan bongkar lima orang yang diduga kuat sebagai pengedar narkoba. Penangkapan ini dilakukan dalam serangkaian operasi yang berlangsung pada hari Minggu dan Senin, 11-12 Mei 2025, di beberapa lokasi berbeda di wilayah Tangerang Selatan. Keberhasilan ini merupakan bukti komitmen Polres Tangsel dalam memberantas peredaran gelap narkotika yang meresahkan masyarakat.
Polisi bongkar kasus pengedar narkoba ini berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan terkait transaksi narkoba di wilayah Serpong. Berdasarkan informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polres Tangsel yang dipimpin oleh AKP John Lee bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas berhasil mengidentifikasi beberapa pengedar narkoba yang beroperasi di wilayah sekitar tangerang selatan.
Penangkapan pertama dilakukan pada Minggu malam, 11 Mei 2025, sekitar pukul 22.00 WIB di sebuah kontrakan di wilayah Pamulang. Dalam penangkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan dua orang pengedar narkoba berinisial AR (32 tahun) dan BN (28 tahun) beserta barang bukti berupa paket sabu seberat 25 gram. Dari pengembangan kasus ini, petugas kembali berhasil menangkap tiga pengedar narkoba lainnya di wilayah Ciputat dan Setu pada Senin dini hari, 12 Mei 2025, sekitar pukul 03.00 WIB dan 05.00 WIB. Ketiga pelaku tersebut berinisial CT (35 tahun), DW (40 tahun), dan ER (30 tahun) dengan barang bukti berupa ganja kering seberat 50 gram dan beberapa butir ekstasi.
Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Iman Setiawan, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers yang digelar di Mapolres Tangsel pada Senin siang, 12 Mei 2025, pukul 11.00 WIB, mengapresiasi kinerja tim Satresnarkoba atas keberhasilan membongkar jaringan pengedar narkoba terbesar di wilayah tangerang selatan dan sekitarnya. Beliau menegaskan bahwa Polres Tangsel tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kelima pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tangsel untuk pengembangan kasus lebih lanjut, termasuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di belakang mereka.
