Upaya menciptakan lingkungan yang bersih dari pengaruh barang haram terus digencarkan oleh kepolisian di ibu kota Kalimantan Timur melalui pendekatan yang lebih personal dan humanis. Program unggulan yang diusung oleh Polres Samarinda ini melibatkan kunjungan langsung petugas ke rumah-rumah warga untuk memberikan edukasi serta melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika di lingkungan keluarga. Metode “jemput bola” ini terbukti lebih efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat dibandingkan hanya menunggu laporan di kantor polisi, sehingga menciptakan benteng pertahanan sosial yang kuat dari tingkat paling dasar.
Keberhasilan program dari Polres Samarinda ini terlihat dari meningkatnya kesadaran orang tua dalam memantau pergaulan anak-anak mereka. Dalam setiap kunjungan, petugas tidak hanya membawa pesan keamanan, tetapi juga membagikan alat tes mandiri dan literasi mengenai bahaya zat adiktif jenis baru yang seringkali menyasar kalangan remaja. Dengan berbicara dari hati ke hati, warga menjadi tidak ragu untuk melaporkan jika menemukan adanya aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka. Keterbukaan ini menjadi kunci utama bagi polisi untuk memetakan jalur peredaran gelap yang selama ini tersembunyi di balik pemukiman padat penduduk.
Selain aspek pencegahan, Polres Samarinda juga menawarkan solusi rehabilitasi bagi warga yang secara sukarela mengaku telah terjerumus dalam ketergantungan. Melalui gerakan ini, polisi menegaskan bahwa pecandu adalah korban yang harus disembuhkan, bukan sekadar pelaku kriminal yang harus dihukum. Pendekatan ini mendapat sambutan hangat karena menghilangkan stigma negatif di masyarakat. Banyak pemuda yang akhirnya mendapatkan kesempatan kedua untuk kembali ke kehidupan normal setelah menjalani pembinaan yang difasilitasi oleh kepolisian bekerja sama dengan lembaga kesehatan setempat.
Dampak nyata dari konsistensi Polres Samarinda dalam melakukan patroli dari pintu ke pintu ini adalah penurunan angka kriminalitas yang berhubungan dengan narkoba secara signifikan dalam satu tahun terakhir. Wilayah-wilayah yang dulunya dikenal sebagai zona merah peredaran narkoba, kini berangsur-angsur berubah menjadi kawasan hijau yang produktif dan aman bagi anak-anak. Keberhasilan ini tidak lepas dari sinergi antara Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, dan unsur pemuda yang bergerak bersama di bawah koordinasi kepolisian. Samarinda kini menjadi model nasional dalam menciptakan wilayah yang benar-benar bersih dari narkoba melalui kekuatan komunitas.
