Diet Atletis ala Polres Samarinda: Jaga Stamina Relawan Tetap On Fire!

Menjadi seorang relawan kemanusiaan, terutama di lingkungan Palang Merah Remaja, menuntut kesiapan fisik yang luar biasa karena tugas lapangan sering kali tidak mengenal waktu dan cuaca. Di wilayah Kalimantan Timur, Polres Samarinda menginisiasi sebuah pendekatan unik untuk membekali para relawan muda ini dengan ketahanan fisik yang optimal. Melalui edukasi mengenai diet atletis, para anggota PMR diajarkan bahwa apa yang mereka konsumsi sehari-hari secara langsung memengaruhi performa mereka saat melakukan evakuasi atau pertolongan pertama. Stamina yang kuat tidak datang secara instan, melainkan hasil dari disiplin nutrisi yang terencana dengan matang.

Samarinda dengan cuacanya yang cukup terik memerlukan perhatian ekstra pada hidrasi dan kecukupan energi. Pihak Polres Samarinda menekankan bahwa seorang relawan harus memiliki pola makan yang seimbang antara karbohidrat kompleks, protein tinggi, dan asupan serat yang cukup. Dalam pelatihan ini, ditekankan bahwa diet bukan berarti mengurangi makan secara ekstrem, melainkan mengatur komposisi nutrisi agar tubuh memiliki cadangan energi yang stabil. Hal ini sangat penting agar para relawan bisa jaga stamina mereka tetap stabil, terutama saat harus bertugas dalam durasi yang lama di lokasi bencana atau pengamanan acara besar yang menguras tenaga.

Salah satu rahasia dari diet atletis ini adalah pemilihan jenis makanan yang memberikan energi berkelanjutan. Para instruktur dari kepolisian menyarankan para siswa untuk mengganti asupan gula sederhana dengan sumber energi yang lebih bertahan lama seperti gandum, umbi-umbian, dan buah-buahan segar. Selain itu, kecukupan protein hewani dan nabati menjadi fokus untuk mempercepat pemulihan otot setelah aktivitas fisik yang berat. Dengan pola makan yang teratur, seorang relawan tidak akan mudah mengalami kelelahan kronis atau penurunan daya tahan tubuh, sehingga mereka selalu siap beraksi dengan kondisi tubuh yang on fire setiap saat diperlukan.

Pemberian materi ini di lingkungan Samarinda juga mencakup edukasi tentang bahaya konsumsi makanan cepat saji dan minuman berpemanis buatan yang sering menjadi kegemaran remaja. Konsumsi gula berlebih dapat menyebabkan lonjakan energi sesaat yang diikuti oleh penurunan drastis, yang tentu sangat berbahaya jika terjadi di tengah proses evakuasi medis. Polres Samarinda ingin mengubah pola pikir para remaja bahwa menjadi pahlawan kemanusiaan dimulai dari meja makan sendiri. Disiplin dalam memilih asupan adalah bentuk nyata dari tanggung jawab seorang relawan terhadap tugasnya dan terhadap nyawa orang yang ditolongnya.