Unit Gegana adalah salah satu kesatuan elite di bawah Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri yang memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas dan keamanan negara. Dikenal dengan spesialisasi penanganan ancaman berintensitas tinggi, mulai dari bahan peledak hingga terorisme, struktur Unit Gegana dirancang untuk respons cepat dan efektif. Setiap personel dilatih secara intensif untuk menguasai berbagai keahlian khusus yang mendukung tugas-tugas vital mereka di lapangan.
Secara struktur, Unit Gegana terbagi menjadi beberapa detasemen spesialisasi yang saling melengkapi. Pertama, Detasemen Penjinak Bahan Peledak (Jihandak), yang fokus pada identifikasi, penjinakan, dan disposal bom serta bahan peledak lainnya. Mereka adalah yang pertama maju saat ada ancaman bom, bekerja dengan presisi tinggi untuk menetralisir bahaya. Kedua, Detasemen Antiteror (AT), yang bertugas dalam operasi penanggulangan terorisme, termasuk penyerbuan, pengejaran, dan penyelamatan sandera. Tim ini dilatih untuk bergerak cepat dan senyap dalam lingkungan berisiko tinggi. Ketiga, Detasemen Kimia, Biologi, Radioaktif, dan Nuklir (KBRN), yang menangani ancaman non-konvensional yang memerlukan penanganan khusus dan peralatan pelindung tingkat tinggi. Pembagian ini memastikan setiap tim memiliki keahlian mendalam sesuai bidangnya, sehingga mampu memberikan respons yang paling tepat dalam setiap situasi darurat.
Tugas pokok Unit Gegana sangat beragam dan menuntut profesionalisme tinggi. Salah satunya adalah penanganan ancaman bom, baik yang berupa sabotase maupun teror. Sebagai contoh, pada tanggal 10 April 2024, pukul 09.00 WIB, tim Jihandak Gegana Polda Jawa Barat dikerahkan ke sebuah terminal bus di Bandung setelah adanya laporan penemuan koper mencurigakan. Dengan menggunakan anjing pelacak bahan peledak terlatih dan robot EOD (Explosive Ordnance Disposal) canggih, mereka berhasil memastikan bahwa koper tersebut tidak berisi bahan peledak berbahaya. Meskipun hasil akhirnya aman, kesigapan dan prosedur standar yang ketat menunjukkan profesionalisme tinggi unit ini dalam menjaga keamanan publik dan mencegah kepanikan massa.
Lebih dari sekadar penjinakan bom, peran vital Gegana juga meluas ke operasi antiteror dan pembebasan sandera. Pada Jumat, 12 Januari 2024, sebuah tim Antiteror Gegana Brimob dikerahkan untuk mendukung operasi penangkapan buronan teroris di sebuah persembunyian di pinggiran kota Solo. Mereka berhasil mengamankan lokasi, melakukan penyergapan, dan membantu penangkapan tanpa adanya korban jiwa dari pihak aparat maupun warga sipil. Kehadiran Unit Gegana yang terlatih dalam situasi berisiko tinggi ini sangat menentukan keberhasilan berbagai operasi penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan nasional. Dengan pelatihan berkelanjutan dan dedikasi penuh, Gegana terus menjadi benteng pertahanan negara dari ancaman ekstrem.
